Sabtu, 01 September 2012

Anda Tidak Sendiri

Jika Anda ingin menjadi penulis, lalu tulisan Anda ditolak berkali-kali oleh penerbit atau Anda ikut event menulis di dunia maya dan berkali-kali naskah Anda tidak lolos, maka Anda jangan menyerah. Anda tidak sendiri. Setidaknya, aku juga pernah mengalaminya.

Rabu, 15 Agustus 2012

Kekuatan Sebuah Impian

Jangan pernah takut untuk bermimpi, Kawan! Belum apa-apa sudah kalian vonis mimpi (baca: cita-cita) itu sebagai hal yang mustahil. Berbuatlah semaksimal mungkin apa yang bisa kalian lakukan seraya berdoa pada Yang Kuasa. Kalau kalian sudah berusaha sebaik-baiknya dan selalu berdoa, Allah akan menunjukkan jalan untuk mewujudkan mimpimu ke dunia nyata. Percayalah!

Minggu, 05 Agustus 2012

Cinta Itu Anugrah

Cinta itu anugrah maka berbahagialah sebab kita sengsara bila tak punya cinta Cobaan pasti datang menghadang Godaan pasti datang menghujam Namun yakinlah bahwa cinta itu kan membuatmu mengerti akan arti kehidupan (Doel Sumbang)

Sabtu, 04 Agustus 2012

Dare to Dream

Jika Anda bertanya pada anak-anak, apa cita-cita mereka, maka mereka akan menjawab dengan enteng: ingin jadi guru, dokter, karyawan bank, insinyur, astronout, dan lain-lain. Sementara kalau pertnyaan serupa Anda tanyakan kepada remaja, maka mereka akan sulit menjawabnya. Why? Karena anak-anak menjawab pertanyaan, sedangkan remaja tidak sekedar menjawab pertanyaan, tapi juga berusaha menjelaskan cara mencapai cita-cita. Please. Yang ditanyakan cuma apa ciat-citamu? Kepada remaja aku hanya menasehati -kalau boleh- jangan takut bercita-cita! Dare to dream! Ingat, tak ada yang impossible di dunia ini selama Allah berkehendak!

Merdeka

Aku kaget, laki-laki itu memelukku erat sambil berkata: “Selamat berjuang! Kutitipkan negeri ini padamu!” katanya lirih. Aku tidak mengerti maksud di balik kata-kata Mbah Marjan. Laki-laki itu menatapku dengan tatapan penuh, lalu mengucapkan sepatah kata sambil mengepalkan tangan kanannya, “Merdeka!” “Merdeka!” jawabku.

Inti Puasa: Pengendalian Diri

Saat Ramadan beberapa waktu lalu, aku menjalani puasa di rantau (kampus). Tantangan yang kuhadapi, saat berbuka puasa dan makan sahur tawaran menu makanan sangat variatif. Bak etalase menu saja. Mau pilih mana? Untung saja, aku bisa mengendalikan diri untuk tidak trance. Aku pilih menu yang sederhana saja. Tapi senikmat apapun makan di warung, ternyata tidak ada yang mengalahkan kebersaman berbuka dan sahur bersama keluarga.

Melebihi Saudara

Kalau ada apa-apa, siapa yang pertama kali kita mintai pertolongan? Tetangga, bukan? Benar jika dalam ajaran Islam, kita mesti baik sama tetangga. Bahkan,kebaikan terhadap tetangga merpakan indikator keimanan seseorang.